Tidak sekadar skill dan motor yang prima. Lebih penting, nyali tinggi dan fisik mumpuni.
Selama ini enduro rally motor paling populer di dunia baru kita saksikan di arena Dakar Rally. D Indonesia, gelaran petulangan bermotor yang cukup spektakuler pernah saya lakukan bersama rekan-rekan offroader Jakarta membelah belantara Sumatera antara Riau-Padang dalam durasi waktu yang lama serta jarak tempuh panjang, 10 hari sejauh kurang lebih 1.000 km pada tahun 2004. Kegiatan itu dalam rangkain DCI yang juga melombakan kelas mobil 4x4
Bisa mengikuti ajang tersebut tidak hanya butuh kondisi fisik yang prima serta kondisi kendaraan yang mumpuni, namun kesiapan mental yang tangguh. Memasuki rimba Sumatera yang asing merupakan salah satu handicap lain yang harus diterabas oleh kesiapan mental tinggi. Belum lagi ketika dihadapkan pada Special Competition Stage (SCS) yang merupakan arena khusus menguji skill mencari point berdasarkan catatan waktu tercepat. Malah, hampir separuh perjalanan kemarin rombongan disiram hujan lebat. Intinya, enduro ini banyak mengutamakan pada sisi endurance atau ketahanan baik itu pada kendaraan maupun fisik penunggangnya. Dan tentunya kemampuan mengatasi trouble shooting selama perjalanan, mengingat kadang-kadang rute sepeda motor melenceng dari jalur mobil. Meminta bantuan toolkits pun misalnya, tentunya akan sulit dilakukan.
Nah, belajar dari pengalaman tahun lalu mengikuti perjalanan bermotor bersama rombongan mobil 4x4 banyak hal baru yang ditemui ketika dihadapkan dengan alam dalam suatu lomba. Ambilah contoh, karena lazimnya dalam satu lomba reli, untuk melahap trek pun harus sesuai petunjuk di pace note. Ini yang bagi penunggang sepeda motor sering menjadi kendala, karena harus sering berhenti untuk sekadar melihat peta. Solusinya, perangkat GPS merupakan senajata ampuh untuk mengetahui titik koordinat rute yang telah dirancang panitia. Selain itu, penggunaan sarana komunikasi pun menjadi pendamping utama. Handy Talkie mempunyai keterbatasan jangkauan, solusinya adalah dengan pesawat telefon yang memakai basis operator satelit.
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengikuti event tersebut? Berdasarkan pengalaman tahun lalu, saya mencatat hal-hal penting yang harus menjadi bekal turun di lomba enduro cross country tersebut. Apalagi jika harus turun di Pulau Kalimantan yang konon mempunyai tantangan lebih ekstrem ketimbang di Sumatera.
1. Melatih kebugaran fisik adalah hal terpenting yang harus dilakukan sebelumnya. Memperkuat otot-otot sekitar lengan, pinggang dan punggung menjadi menu latihan utama yang difokuskan saat latihan fisik. Jogging, makanan berprotein serta mengandung vitamin selanjutnya menjadi menu pendamping.
2. Melatih skill atau fisik Anda bersama motor di sekitar kediaman atau track off-road terdekat juga akan memungkinkan kita mengenal lebih dekat karakter motor.
3. Siapkan riding equipment yang lengkap dan usahakan membawa cadangan untuk perlengkapan inti seperti helm, jaket, goggle, sepatu dan gloves. Hal ini sebagai antisipasi musim hujan yang bisa membuat perlengkapan kita basah. Ingat, di event ini kita non-stop setiap hari menggeber motor dan dengan kondisi basah akan sedikit mengganggu kenyamanan kita berkendara. Selain itu jangan lupa untuk membawa body protector, raincoat, camel back serta jersey dalam jumlah yang banyak.
4. Performa motor harus prima, karena itu jauh-jauh hari harus dibenahi di semua sektor mulai dari mesin hingga kinerja suspensi. Dan jangan lupa untuk membekali dengan tool kits atau kunci-kunci penting serta spare parts cadangan fas moving seperti busi, kabel gas dan kabel kopling, busi, oli, sambungan rantai, sprocket, kampas rem, baut, mur, ban dalam. Namun tidak ada salahnya juga membekali juga dengan semua kebutuhan motor, tapi dititipkan pada mobil storing atau service car seperti ban.Sama halnya dengan ketika Anda harus membawa tenda hingga perlengkapan camping.
5. Perlengkapan pendukung selama perjalanan juga merupakan kunci kelancaran Anda. Tas pinggang, back pack, tali jaring, tambang, kabel tis, pompa kecil. Yang penting juga bawalah obat-obatan seperti obat flu, batuk, balsam atau kotak P3K. Alangkah lebih baiknya juga bila mampu membeli GPS atau minimal pesawat HT. Bila Anda ingin mengabadikan moment indah selama perjalanan, bawa juga kamera dengan diibungkus plastik, bila spesifikasinya tergolong waterproof, akan lebih bagus lagi.
6. Sambil mengisi waktu senggang, tidak ada salahnya membaca literatur tentang adventure atau enduro untuk lebih mengenal karakteristik off-road bersama motor. Lebih baik lagi sambil dibarengi dengan menonton film-filmnya. Kemudian, Anda juga harus belajar membaca peta jalur atau pace note agar terbiasa ketika mengikuti lomba.
7. Jangan lupa juga untuk mengusir kejenuhan, Anda bisa membawa perangkat pemutar music berukuran kompak, seperti ipod atau minimal MP3.
8. Terakhir dan penting adalah izin dan doa dari keluarga, istri atau pacar Anda
Meski diperlombakan secara resmi atau pun hanya digelar sebatas eksebishi, pada parakteknya nanti, kerjasama antarpeserta sangat dibutuhkan saat satu orang mengalami kendala atau masalah. Apalagi ketika berada di medan yang jauh dari penduduk, ingat! lombanya berbeda dengan kegiatan seperti Dakar Rally yang mempertaruhkan reputasi merek atau sponsor dengan kelengkapan motor home hingga pesawat pengintai. Tapi berbeda halnya ketika harus mengikuti SCS dimana benar-benar menguji kemampuan kita masing-masing dan biasanya digelar di tempat yang mengundang banyak orang. Bila melewati areal perkampungan, berlakulah ramah dengan mengurangi kecepatan untuk menyapa mereka. Berilah salam atau lambaian tangan kepada penduduk dan hindari menginjak atau melintas kebun, ladang atau sawah mereka.
Nah, uraian di atas merupakan hasil pengalaman saya ketika mengikuti DCI tahun lalu di Sumatera dan mudah-mudahan berguna bagi para penggemar motoadventure yang akan melakukan perjalanan. Keep on rockin’!
Sekilas Tentang Enduro
Enduro di Indonesia merupakan sebuah game baru di dunia offroad yang notabene dipopulerkan oleh penggemar motoadventure. Off-road enduro secara tampilan hampir bersinggungan dengan motocross atau grass track. Bedanya, motocross dan grass track menyelesaikan suatu jumlah lap tertentu dengan waktu tercepat, sedangkan enduro lebih kepada endurance yang diukur dengan banyaknya jumlah lap yang dapat ditempuh
dalam suatu batas waktu tertentu. Perbedaannya lagi, off-road enduro tidak harus di sirkuit, tapi bisa juga cross-country. Untuk medan cross country
biasanya memang lebih pada kompetisi adu cepat mencapai finish melintasi jarak tempuh yang panjang. Sebagai variasi, di dalam lintasan bisa dibuat Special Stages (SS)
dengan jenis obstacle tertentu.
Di luar negeri, off-road enduro sering dipertandingkan di USA, Australia dan beberapa negara Eropa. Di Asia off-road enduro juga termasuk yang baru mulai dan sedang naik daun dengan pesat. Misalnya di Singapura, Malaysia dan Thailand. Mungkin Jepang juga termasuk yang negara sedang gila off-road enduro. Singapura sudah pernah beberapa kali buat kejuaraan off-road enduro.
Yang jelas, Ikatan Motor Indonesia (IMI) belum memiliki atau mengeluarkan peraturan soal off-road enduro. Di FIM sendiri off-road enduro tidak memiliki peraturan spesifik, tapi jadi satu dengan Cross Country Enduro Racing Rules. Salah satu yang tercantum, off-road enduro waktu lombanya minimum 6 hari, maximum 20 hari, dengan jarak tempuh tidak kurang dari 10.000 kilometer. Makanya di Singapura pernah ada event 6-days enduro. Secara internasional, off-road enduro versi FIM kayaknya hanya Dakkar Rally.
Kelebihan off-road enduro dibandingkan motocross atau grass track, endure praktis dapat diikuti oleh hampir semua orang yang memiliki motor dual sport atau trail, tidak melulu ber-background crosser Orang kantoran asal rajin olah raga menjaga stamina dan bermain technical, walaupun tidak rutin sudah dapat mengikuti kegiatan enduro. Off-Road enduro adalah strategy sport, bukan speed sport. Rider yang dapat menerapkan strategi yang tepat sesuai dengan staminanya memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan rider yang mengandalkan speed semata.
Read More...
Kamis, 21 Mei 2009
Enduro Cross Country
Diposting oleh Arif Syahbani di 16.22 1 komentar
Rabu, 11 Maret 2009
Selamat Datang GP Mono (1)

Soal sepeda motor, Indonesia adalah jagonya. Bayangkan, mungkin ada 40 juta unit sepeda motor beraneka ragam berseliweran di jalanan. Tapi bicara prestasi yang ditorehkan melalui cabang olahraga balap motor, Indonesia baru hanya belagu di kelas bebek (underbone). Memang, hal ini karena populasi motor bebek kelewat banyak dan jor-joran digelontorkan ATPM setiap tahunnya. Tahun 2004 hingga 2008, jawara Asia (FIM Asian GP) satu-satunya kompetisi balap motor berlevel internasonal, selalu direngkuh pembalap Indonesia.
Apa yang bisa dibanggakan dari kejuaraan bebek ini? tentunya hanya membuat ATPM menepuk dada saja, bahwa motor buat ke pasar di Indonesia namun bisa mengantarkan pembalap Indonesia bisa disegani, meski sekarang di bawah ancaman pembalap negeri jiran. Membuat pembalap kaya, iya. Tapi rasanya balap bebek ya itu saja, lahir dan besar di sirkuit jalanan, meski sekarang difasilitasi Indoprix, sebagai The Ultimate Race balap bebek Indonesia. Pembalap bebek seeded menjadi jumawa karena diharuskan balap di sirkuit resmi, ditayangkan live di TV serta menjadi official promotion tools bagi ATPM.Singkatnya, indoprix ditempatkan di atas segalanya di antara balap motor lainnya. Ketika negera lain (baca; thailand)sudah bisa menempatkan pembalapnya di kancah MotoGP (250 cc) dan bahkan bisa bersaing di papan tengah, Indonesia seolah bangga dengan Doni Tata yang selalu di posisi juru kunci. Bukan salah Doni, tapi ambisi yang seolah memaksakan demi gengsi, membuat Doni menanggung beban berat. Tanpa dukungan teknis dari kuda pacu, sparring partner domestik, Doni hanya dijadikan sebuah jualan keberhasilan merek sepeda motor yang bisa mengantarnya ke kancah balapan bergengsi.Kini, Doni pun dibuang ke Supersport 600 cc, dan itu pun masih sangat perjuangan meski ditempatkan di tim sohor eropa.
Jadi harus balapan seperti apa agar bisa berjenjang hingga akhirnya mendapatkan prestasi yang tidak malu-maluin. Secercah harapan muncul tatkala IMI menggulirkan GP Mono yang dicangkan tahun lalu. Unit pun dipesan, yakni motor-motor berbasis mesin motocross karya Moriwaki Jepang. Inilah balapan yang diplot sebagai cikal bakal prestasi pembalap Indonesia yang ingin berkarier lebih tinggi melalui jalan yang benar. Sayang, karena semuanya bermesin Honda, ATPM lain seolah alergi mendukungnya.
(bersambung ya..)
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 01.47 0 komentar
Chicara Art IV, Simbol Pemberontakan!

Bila sebelumnya Chicara mengolah mesin H-D dan Meguro yang notabene ber-cc bongsor (Chicara Art I-III),maka garapan paling akhir, justru melirik moped Honda 50 cc yang diubah dengan khas-nya mengikuti aliran berdesain board track. Tentu ini adalah sebuah karya yang unik meski agak sedikit membosankan dilihat dari dandanannya. Chicara mencoba melanggenggkan desain khasnya yang mengedepankan tata letak detail yang kuat untuk mempercantiknya. Mesinnya cukup mengandalkan peranti stock saja, kecuali rancangan konstruksi chassis dan aksesori lainnya, yang merupakan hasil kreatifnya untuk mencoba menciptakan nafas artistik a la japanasse style seperti biasanya.
Chicara Art IV ini seolah menggambarkan bentuk kekecewaan seorang Chicara terhadap apreasi seni modifikasi yang pernah merasakan pahitnya dibiarkan juara Asia tanpa hadiah di ajang Asian International Motorcycle Expo,dua tahun lalu. Maka, ia menumpahkan kekesalannya dengan membangun seonggok moped buatan leluhurnya dengan dandanan tak kalah mentereng dari Chicara Art-Chicara Art sebelumnya. Toh, berkarya tak melulu hanya bisa disalurkan di antara keangkuhan mesin badak, namun juga bisa dibuktikan melalui motor ibu-ibu buat ke pasar.Bukan begitu San?
GENERAL
•Year:2008
•Make:©CHICARA MOTORCYCLES
•Mode:1966 Honda Moped Motor
•Name of the bike:©CHICARA ART® IV CLASSIC
ENGINE •Year:1966 Honda Moped Motor
•horsepower:1.5ph
•Model:OHC
•Ignition:Sprokt
•Coil:Sprokt
•Displacement:Stock
•Pistons:Stock
•Lower End:Stock
•Flywheel:Stock
•Connecting Rods:Stock
•Engine cases:Stock
•Cylinders:50cc
•Heads:Stock
•Valves:Stock
•Valves Spring:Stock
•Pushrods:Stock
•Cams:Stock
•Carburator:KEIHIN
•Carb Cover:©CHICARA MOTORCYCLES
•Exhaust:©CHICARA MOTORCYCLES
TRANSMISSION
•Gear box:1966 Stock
•Gears:1 spd
•Clutch:Stock
•Sprock:Stock
FRAME
•Make:©CHICARA MOTORCYCLES/CHICARA Original 4 Unit Frame®
•Type:Original Frame
FORK •Make:©CHICARA MOTORCYCLES
•Type:CHICARA Original Rigid Fork
SUSPENSIONS
•Front Suspension:©CHICARA SUSPENSION SYSTEM® CONTROLS
•Hand Front Brake
•Hand Rear Brake:©CHICARA MOTORCYCLES
ACCESSORIES
•Gastank •Electric box •Steering Bar •Headlamp •Mirror •Brake&Clutch Levers •Chain Tensioner Kit •Center stand •Taillight kit •Licenselamp kit •Licenselamp Bracket:©CHICARA MOTORCYCLES
FRONT WHEEL •Rim:2.00"X17" •Tire:MICHELIN2.00"X17"
REAR WHEEL •Rim:2.25"X17" •Tire:MICHELIN2.25"X17"
PAINT & BUILD •Painter:JUNYA tsuguma / JUN® paint box
DESIGN & BUILD •Designer:CHICARA nagata / ©CHICARA inc.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 00.25 0 komentar
