Sabtu, 16 Agustus 2008

Sepeda Motor di Indonesia

Sepeda motor memiliki sejarah yang panjang di negeri ini. Sepeda motor sudah hadir di negara ini sejak masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Timur, Oost Indie atau East India.

Data yang ada menyebutkan bahwa sepeda motor hadir di Indonesia sejak tahun 1893 atau 115 tahun yang lalu. Uniknya, walaupun pada saat itu negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda, orang pertama yang memiliki sepeda motor di negeri ini bukanlah orang Belanda, melainkan orang Inggris. Dan, orang itu bernama John C Potter, yang sehari-hari bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca Umbul) Probolinggo, Jawa Timur

Dalam buku Krèta Sètan (de duivelswagen) dikisahkan bagaimana John C Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman.

Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama tiba di negara ini. Itu membuat John C Potter menjadi orang pertama di negeri ini yang menggunakan kendaraan bermotor.

Sepeda motor buatan Hildebrand und Wolfmüller itu belum menggunakan rantai, belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel-kabel listrik.

Sepeda motor itu menyandang mesin dua silinder horizontal yang menggunakan bahan bakar bensin atau nafta. Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.

Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter. Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat.

Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor. Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke museum lalu lintas di Surabaya, yang kini tidak diketahui lagi di mana lokasinya.

Seiring dengan pertambahan jumlah mobil, jumlah sepeda motor pun terus bertambah. Lahirlah klub-klub touring sepeda motor, yang anggotanya adalah pengusaha perkebunan dan petinggi pabrik gula. Berbagai merek sepeda motor dijual di negeri ini, mulai dari Reading Standard, Excelsior, Harley Davidson, Indian, King Dick, Brough Superior, Henderson, sampai Norton. Merek-merek sepeda motor yang hadir di negeri ini dapat dilihat dari iklan-iklan sepeda motor yang dimuat di surat kabar pada kurun waktu dari tahun 1916 sampai 1926.

Lintas Jawa

Tidak mau kalah dengan pengendara mobil, pengendara sepeda motor pun berupaya membukukan rekor perjalanan lintas Jawa dari Batavia (Jakarta) sampai Soerabaja (Surabaya) yang berjarak sekitar 850 kilometer.

Sepuluh hari kemudian, 16 Mei 1917, Frits Sl uijmers dan Wim Wygchel yang secara bergantian mengendarai sepeda motor Excelsior memperbaiki rekor yang dibukukan Gerrit de Raadt. Mereka mencatat waktu 20 jam dan 24 menit, dengan kecepatan rata-rata 42 kilometer per jam.

Rekor itu tidak bertahan lama. Sembilan hari sesudahnya, 24 Mei 1917, Goddy Younge dengan sepeda motor Harley Davidson membukukan rekor baru dengan catatan waktu 17 jam dan 37 menit, dengan kecepatan rata-rata 48 kilometer per jam.

Rekor itu sempat bertahan selama lima bulan sebelum dipecahkan oleh Barend ten Dam yang mengendarai sepeda motor Indian dalam waktu 15 jam dan 37 menit pada tanggal 18 September 1917, dengan kecepatan rata-rata 52 kilometer per jam.

Melihat rekornya dipecahkan oleh Barend ten Dam, enam hari sesudahnya, 24 September 1917, Goddy Younge yang berasal dari Semarang kembali mengukir rekor baru dengan catatan waktu 14 jam dan 11 menit, dan kecepatan sepeda motor Harley Davidson yang dikendarainya rata-rata 60 kilometer per jam.

Pada awal tahun 1960-an, mulai masuk pula skuter Vespa, yang disusul dengan skuter Lambretta pada akhir tahun 1960-an. Pada masa itu, masuk pula sepeda motor asal Jepang, Suzuki, Honda, Yamaha, dan belakangan juga Kawasaki.

Seiring dengan perjalanan waktu, sepeda motor asal Jepang mendominasi pasar sepeda motor di negeri ini. Urutan teratas ditempati oleh Honda, diikuti oleh Yamaha di tempat kedua dan Suzuki di tempat ketiga

disadur dari tulisan James Luhulima (Kompas) Sabtu 16 Agustus 2008
Read More...

Kamis, 14 Agustus 2008

S&S Cycle X-Wedge Already Meets EPA Tier II STandard



The S&S® Cycle X-Wedge™ X117E is the first 49-state certified engine produced by an engine manufacture that already meets 2010 US Environmental Protection Agency (EPA) Tier II standards. The 49-state X117E is available for use in building a certified motorcycle in any state except for California—by a home builder, custom shop or small volume manufacturer. These X-Wedge engines come with the necessary installation manual, owners manual and emissions control sticker

Small volume manufactures will greatly benefit from this product, as no additional certification work is required when building less than 3,000 units per year. The current 49-state 117ci X-Wedge engine is available in three finishes; silver powdercoat, wrinkle black powdercoat and full polish.

The X-Wedge, introduced in 2007, is an all-new engine design intended to allow the industry to continue riding air-cooled, pushrod v-twins as emissions requirements tighten up. Using a belt driven three cam design, the 56-degree X-Wedge aligns its valve train geometry for maximum efficiency and minimal noise. A massive one-piece crank with side-by-side plain bearing rods drive full skirt pistons in five bolt cylinders and heads. Fuel is delivered via injectors built right into the heads and both closed-loop fuel control and knock control ignition technologies are part of the package. Learn more about the technical highlights of the X-Wedge at www.x-wedge.com .
Over the last year and a half, the X-Wedge has been acclaimed for its smooth power delivery, quiet operation and tremendous torque output. Test riders have been very impressed with the minimal amounts of vibration the X-Wedge produces in solid mount frames—and those that have ridden the rubber mounted X-Wedge bikes have been astonished at the smoothness.

Currently the X-Wedge is available in production models motorcycles from Big Bear Choppers, Big Dog, Bourget’s Bike Works and Orange County Choppers. Now the certified engine can be used in bikes built in home garages, small shops and by small volume manufacturers. More information on S&S Cycle can be found at www.sscycle.com .

Read More...

Minggu, 10 Agustus 2008

Castrol Gandeng Maticers Malang

Justin, the bassist of Girlfight
Merdeka ato Matic!
Start your engine!
Famous UMUB club

Setelah sukses menyelenggarakan Matic United dalam rangka peluncuran Castrol Power 1 Scooter, pelumas khusus dari Castrol untuk mesin scooter-matic pada 7 September 2007 lalu, PT Castrol Indonesia tahun kembali menggelar kegiatan Matic United Castrol Power 1 Scooter di empat kota di di Yogyakarta (6/7), Bandung (12/7), Bali (2/8) dan terakhir berlabuh di Malang (9/8) bertempat di Simpang Balapan Malang dengan rangkaian acara yang berisi fun rally, display modifikasi dan bermacam hiburan lainnya. Di tiga kota yang telah dilalui, antusias komunitas dan pengguna scooter-matic terlihat begitu tinggi, di mana rata-rata mampu mendatangkan sekitar 300 peserta.


“Seperti yang telah kita ketahui bersama, populasi kendaraan roda dua di Indonesia sudah mencapai angka 35-an juta lebih dan tiga tahun belakangan perkembangan populasi scooter matic sebagai alternatif kendaraan masyarakat yang praktis sangat pesat setiap tahunnya. Tahun ini saja diprediksi penjualan scooter-matic akan mencapai 30% dari total penjualan sepeda motor di Indonesia. Dengan demikian, peluang untuk melakukan penetrasi dan ekspansi bisnis di segmen ini terbuka lebar. Kegiatan Matic United Power 1 Scooter diadakan khusus untuk mewadahi minat masyarakat pengguna scooter-matic di Indonesia di mana kami mengadakan fun rally, kontes modifikasi serta beragam kegiatan lainnya. Kami memilih Kota Malang, karena selain populasi scooter-matic yang banyak juga komunitas dan klub-nya terkenal solid dan kreatif. Karena itu, melalui Matic United Castrol Power 1 Scooter, kami menantang kreatifitas mereka dalam kontes modifikasi serta menguji kemampuannya dalam fun rally serta memberukan hiburan dengan games-gemaes yang menarik ,” ujar Diatri Soemardjo, Consumer Marketing Manager PT Castrol Indonesia.

PT Castrol Indonesia menyikapi tingginya minat masyarakat terhadap jenis kendaraan scooter matic dengan meluncurkan Castrol Power 1 Scooter, pelumas dengan formulasi khusus ‘Scootek Technology,’ untuk mesin-mesin bertransmisi CVT (continosly variable transmission) atau kerap disebut dengan mesin dengan transmisi otomatis pada kwartal akhir tahun 2007. Melalui Scootek Technology yang diusungnya, Castrol Power 1 Scooter diposisikan sebagai oli mesin 4T (empat langkah) mass prestige yang dapat menghasilkan tingkat gesekan rendah sekaligus memberikan perlindungan ekstra pada ruang mesin bersuhu tinggi akibat pembakaran dan gesekan antar komponen metal secara kontinyu. Castrol Power 1 Scooter memiliki spesifikasi JASO MB dengan API SG/SJ dengan tingkat viscositas 10W-40. Spesifikasi ini memungkinkan Castrol Power 1 Scooter bisa digunakan untuk seluruh model scooter-matic, baik untuk scooter-matick produksi Eropa maupun Asia.

“Hasil dari kegiatan fun rally yang kami selenggarakan di tiga kota sebelumnya yang juga sekaligus menjadi ajang pengujian kualitas Castrol Power 1 Scooter, sebagai pelumas khusus matic untuk berbagai merek, kami banyak mendapat masukan positif mengenai performanya. Karena itu di Malang yang tekenal dengan suhu udara dingin, kami ingin melihat sejauhmana kemampuan pelumas kami dalam kondisi seperti ini, ” ujar Diatri Soemardjo.

Castrol Matic United di Yogyakarta (6/7)lalu berhasil menarik minat 321 pengguna matic dari 20 klub di Yogyakarta, Klaten, Semarang dan Wonosobo untuk mengikuti fun rally yang terbagi atas 10 scooter-maticers tiap kelompoknya. Kemudian di Kota Bandung diikuti oleh 300 peserta dari 15 klub matic dari Jawa Barat hingga Lampung dan di Bali yang dibuat dengan tema Sunset Riding bisa mendatangkan 280 penggemar scooter-matic.” Kami berharap melalui acara ini kami bisa menyatukan semua komunitas pengendara scooter-matic untuk bersatu dalam Castrol Matic United di Malang khususnya hingga Jawa Timur pada umumnya ,”tambah Mohamad Reno Irwahyudi, Project Manager PT.Castrol Indonesia. Hasilnya, jumlah peserta fun rally di Malang berhasil memecahkan rekor peserta sebelumnya di mana diikuti oleh sekitar 400 maticers yang datang tidak hanya dari Malang, namun juga Surabaya, Jombang, Lamongan, Yogyakarta dan lain-lain. Sebelum dilepas, para peserta juga mendapat briefing mengenai kelengkapan standar berkendara, di mana Castrol adalah salah satu pihak yang sangat peduli terhadap safety riding. Di panggung, aksi band Girl Fight yang semua personelnya wanita, sexy dancer serta pesta kembang api, mampu menghibur semua peserta serta pengunjung umum di Simpang Balapan.


Pelumas Berteknologi dari Castrol
Pelumas sebagai ’darah’ pada mesin kendaraan memegang peranan penting karena fungsinya yang lebih dari sekedar pelumas, namun juga sebagai penjaga suhu, perlindungan dari karat, pembersih, sekaligus juga menutup celah pada dinding mesin. Pelumas membuat gesekan antar komponen menjadi lebih halus sekaligus mendistribusikan panas dari ruang bakar ke komponen mesin lainnya. Cara kerja scooter-matic yang mengandalkan sistematik penggerak berupa CVT (Continously Variable Transmission) membuat cara kerjanya terlihat lebih sederhana, namun menghasilkan putaran mesin yang tinggi karena desain mesinnya yang dibuat lebih kompak. Teknologi kopling kering dan roda gigi terpisah yang menghasilkan suhu tinggi menjadikan penggunaan pelumas yang tepat menjadi sangat penting. Dengan kondisi seperti itu, performa mesin harus benar-benar mendapat dukungan penuh dari oli berspesifikasi khusus yakni yang memiliki kekentalan tinggi untuk roda gigi serta pelumasan untuk meminimalisir gesekan.

Sebagai produsen pelumas yang telah hadir di pasar dunia lebih dari 100 tahun, Castrol memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memenuhi kebutuhan pelumas kendaraan roda dua maupun empat. Keandalan Castrol telah terbukti dari serangkaian penghargaan yang telah ditorehkannya di kompetiis balap dunia seperti MotoGP, F1 dan WRC. Khususnya di arena motorsport, Castrol tetap konsisten berkiprah di arena MotoGP dengan menjadi racing lubricant partner Honda Gresini Racing Team.


Read More...