

Suskes membuat orang terkagum-kagum dengan konsep motor roda tiga Can Am Spyder yang mewah dan futuristik dua tahun silam di antaranya melalui model SE5 semi-automatic, Bombardier (Bombardier Recreational Products) asal Kanada kembali meluncurkan variuan terbarunya yang memanjakan penggemar turing untuk tahun 2010. BRP yang telah mendunia di 50 negara ditambah Indonesia dalam waktu dekat, melihat peluang di segmen bikers yang doyan turing tetap tinggi, terbukti penjualan Honda Goldwing atau BMW K1200GT masih terus meningkat. Dengan konsep baru motor roda tiga, Can Am Spyder menawarkan sensasi berkendara yang menjual teknologi serta arsitektur rancang bangun yang mewah untuk semua kalangan.
Ada tiga level yang ditawarkan melalui basic varian RT (Roadster Touring) ini yakni RT, RT Audio & Conveinence dan RT-S, di mana seluruh versi ini telah dipersiapkan untuk bisa menarik trailer BRP dengan kapasitas bagasi 622 liter. Beberapa fitur utama pada model tersebut di antaranya electrically controlled windshield, wind deflectors, heated grips, jok premium dilengkapi dengan passenger backrest dan posisi kaki pengendara yang makin santai. Can Am Spyder RT Audio & Convenience dan RT-S hadir dengan peranti standar berupa integrated audio system di setang yang terkoneksi dengan iPod, kemudian model RT-S dilengkakpi dengan standard speaker belakang dan audio control oleh pemboncengnya, audio player 3.5mm yang kontrolnya terpasang di setang, remote adjustable suspensi belakang dan banyak lagi.
Dapurpacu motor tersebut menggunakan Rotax 991 cc yang dilengkapi dengan berbagai teknologi yang canggih di antaranya Electronic Throttle Control untuk menambah optimalisasi saat dibesut turing sekaligus memberikan keseimbangan performanya, lalu Vehicle Stabilitas System (VSS) untuk menjaga stabilitas konstruksi bodi Y-architecture agar bisa dinikmati semua skill level saat menggebernya. Teknologi VSS itu termasuk di antaranya Anti-lock Brakes, Traction Control dan Stability Control systems.
Read More...
Senin, 14 September 2009
Can Am Spyder 2010 : Mainan Baru Orang Kaya
Suzuki Jelato 125 : Matik Rasa ‘Es Krim



Motor matik kini kini tidak hanya bicara soal praktis dan simpel, namun sudah melebar ke style dan performance. Coba tengok Suzuki Jelato 125.
Fashioned, retro-style di antaranya konsep yang dikembangkan Suzuki pada scooter ini yang diarahkan pada segmen anak muda perkotaan, pada peluncurannya di Thailand, 7 September lalu. Tidak tanggung-tanggung, Jelato membenamkan dapurpacu fuel injection system 125 cc yang mereka namakan DCP-FI untuk mengadang laju Yamaha Fino dan Honda Click-i. Padahal, anak-anak ABG sepertinya tidak membutuhkan power berlebih untuk menungganginya.
Nama Jelato konon diambil dari bahasa Italia, Gelato, yang berarti es krim untuk menggambarkannya sebagai tunggangan yang renyah dan disukai banyak orang.
Data spesifikasi :
Mesin 125cc, 4-stroke, single overhead camshaft,
Sistem pasokan BBM : Discharge Pump Fuel Injection,
Transmisi : Super CVT,
Diameter x langkah : 53.5 x 55.2 mm; 124cc.
Perbandingan kompresi : 9.6:1
Dimensi 670mm x 1860mm x 1045mm;
Berat 105kg.
Ban depan 70/90 - 14M/C 34P
Ban Belakang 80/90 - 14M/C 40P
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.24 0 komentar
Label: es krim, fuel injection, gelato, Honda click, matik, scooter, Suzuki, Yamaha Fino
R1 Rossi 2010

Yamaha merilis YZF-R1 Limited Edition Valentino Rossi untuk line-up 2010. Motorcyle of the Year 2009 dari Motorcyclist Magazine tersebut juga sekaligus dipersiapkan untuk menyambut The Doctor yang kembali berpeluang menjadi juara dunia tahun ini.
R1 merupakan produksi pertama di dunia sepeda motor dengan crossplane crankshaft yang menyomot dari teknologi mesin M1 di MotoGP yang menempatkan setiap engkol pin presisi berdurasi 90 derajat dari sudut laindi antara interval 270-180-90-180 derajat. Hasilnya? Powerband nya sangat halus dengan torsi yang melimpah.
Seperti layaknya motor replika balap Rossi, Yamaha R1 ini pun bergrafis kelir kebanggaan Team Fiat Yamaha serta nomor keramat, 46 serta logo The Doctor termasuk tanda tangan sang pemilik nomor tersebut di tangkinya. Motor ini akan tersedia mulai Januari 2010 dengan harga $14,500.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.18 0 komentar
Penjualan Motor Menurun di Inggris

Sebanyak 7.020 motor baru teregistrasi bulan Agustus sesuai yang dikeluarkan Motor Cycle Industry Association (MCI) di Inggris, kemarin. Angka ini menambah total sepeda motor hingga Agustus tercatat 79.897 unit, dan turun 18,2% dibanding tahun lalu keseluruhan dan sebanyak 30,5% ketimbang Agustus 2008.
Dari total penjualan tersebut, Touring bike,Sport Touring dan Naked bike tetap menjadi primadona pada bulan Agustus dengan menunjukan grafik permintaan yang menonjol. Penurunan angka ini disebabkan karena sebagian orang menunggu hingga September sampai keluarnya model baru. Di antara model yang laku di pasarn, motor dengan kapasitas besar tetap mendominasi penjualan dibandingkan dengan mesin cc kecil. Penjualan skutik turun 39,8% pada Agustus 2009 dibandingkan September tahun lalu, di mana permintaan pada moge di atas 1000 cc hanya turun 13%.
Data dari Department for Transport's National Travel Survey menunjukkan bahwa lebih dari setengah (52%) sepeda motor di tahun 2008 digunakan untuk tujuan perjalanan, dibandingkan dengan hanya sepertiga (34%) yang menggunakan sepeda dan seperlima (22%) memakai mobil. Survei tersebut juga menemukan bahwa sepeda motor dipakai sebagai alat transportasi utama lebih dari sepertiga total perjalanan, dalam seminggu sebanyak delapan kali, dengan jarak tempuh 80 mil.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.14 0 komentar
Label: : touring bike, naked bike, sepeda motor, skutik, sport touring, transportasi
Rabu, 19 Agustus 2009
Guinness Book of World Records for Largest Parade of Automatic Motorcycles



Khun Dan Prakarnchon Dam, NAKHON NAYOK, 8 August 2009 – A non-stop Rock and Hip Hop outdoor music concert started from 14:00 on the Saturday afternoon right up until 03:00 in the wee hours of Sunday morning with Bands and Musicians entertaining the crowd amongst them namely the Art Floor, Blackhead, Buddha Bless, Causeway Bay, Clash, Flure, Hangman, J Jetrin, Joey Boy, Noi Pru, Paradox, Silly Fool, Slot Machine, The Paper, and The Sun.
But the highlight is not just the outdoor concert but the attempt to be inscribed as the “Largest Parade of Automatic Motorcycles” into the “Guinness Book of World Records” with about 2,474 one-make Yamaha FINO automatic scooters lining up on top of the 2.5 kilometre Khun Dan Prakarnchon Dam. A feat as huge as the longest concrete dam in the world, which the Khun Dan Prakarnchon Dam holds.
The whole district of Sarika precisely and Nakhon Nayok Province were overwhelmed with the Yamaha FINO automatic motorcycles with organisers saying that more than 13,000 have registered with the various clubs and dealers to descend down to the event. The FINO phenomenon has swept the young who are owners of this lifestyle motorcycle. Food were arranged to feed the participants, music played non-stop while the helicopter hovers above for that great opportunity of a great photo-shoot, and the police force to keep order and until the end of the event nothing untoward happened.
Finally at 17:30, it was announced by the official from the Guinness World Records that the feat was achieved bettering the previous record of 1,500 motorcycles. It was a great achievement despite the gloom economic climate at the moment. This record will stay for quite a considerable time.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 13.24 0 komentar
Jumat, 07 Agustus 2009
AMD 2009 World Championship Results
Freestyle Class
1 - Cook Customs
2 - Kris Krome Customs
3 - Krugger Speedshop (Belgium)
4 - SE Service (Sweden)
5 - Kraus Motor Co
6 - LC Fabrications "TT Deluxe"
7 - Dotson Design
8 - Mike Avila Motorsports
9 - TGS-Motorcycles (Germany)
10 - RK Concepts
11 - Big Twin Motors (Italy)
12 - Westbury Handcrafted Motorcycles
13 - Anders Goth (Sweden)
14 - LC Fabrication "Birmingham Bee Liner"
15 - Andreoli Motorcycles (Italy)
16 - Flying Choppers (Finland)
17 - Roth Engineering (Sweden)
18 = Don Cronin/C+C Choppers (Ireland)
18 = Fine Custom Mechanics (Russia)
20 - Leroy-Thompson Choppers
Metric World Championship
1 - Kris Krome Customs
2 - Cook Customs
3 - SE Service (Sweden)
Modified Harley-Davidson
1 - Hot Dreams Marbella (Spain)
2 - Roland Sands Design "Black Beauty"
3 - Radical Kustoms (Canada)
4 = Cleveland Motorcycle Mfg Co
4 = Roland Sands Design "Bu-Hell"
6 - Rooke Customs
7 - Fuller Hot Rods
8 = Covingtons Customs "New York Night Train"
8 = Todd's Cycle
Production Manufacturer
1 - Independent Cycle East
2 - Swift Motorcycle Co
3 - Darwin Motorcycles
4 - Kiwi Indian Motorcycle Co
5 - RoosteR Custom Cycles
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 09.45 0 komentar
Sabtu, 20 Juni 2009
Surat terbuka kepada Media & wartawan/wartawati yang menulis “Arogansi Konvoi Moge”…
Suara hati seorang biker/builder/pelaku industri roda dua/ dari Yogyakarta yang terkena imbas gara-gara kejadian memalukan ulah sekelompok bikers!
Dear Media & wartawan/wartawati yang menulis “Agoransi Konvoi Moge”…
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/15/07592436/arogan.konvoi.moge.pukuli.pengendara.mobil
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/16/07333811/polri.moge.jangan.seenaknya
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/17/07085460/Mimpi.Buruk.Moge.pada.Hari.Ulang.Tahun.Si.Bungsu.Radit
Sy pengen-nya hanya diam…Tapi lama lama sesak juga kalo saban hari membaca liputan isi-nya ttg Agoransi Konvoi Moge dijalan mlulu…
Apa lagi kalo mbaca komentar pembaca dibawahnya…
Emangnye sudah berapa ratus / ribu bikers moge yg sdh arogan di jalan, sehingga jadi sebuah momok dijalan yg harus diberantas…? Fu*$% K !!
Sy pribadi sudah muak dengan segala arogancy “wannabe biker” dijalan…
Kalo emang kurang ajar, yaa mohon pak pulisi… itu si oknum bikers ditangkapin diproses, kalo emang takut si oknum melarikan diri ke China, Taiwan, Macau atau Singapore yaa…masukin penjara aja biar gak lari…
Plz lets U know…
Buat membeli “mimpi sebuah motor chopper", sy harus menabung selama bertahun tahun…
Mulai merangkai mimpi, karena budget waktu itu terbatas… yaa akhirnya sy beli sebuah motor tua…tepatnya medio pertengahan th 1991 itupun beli yg murah, yg sudah nyaris kerimbun tanah…kalo motor tua yg sdh layak jalan budget juga nggak kesampean...mulai sy bongkarin, sy bersihin, dicarikan parts yang kurang…dikomplitin… sampai bisa hidup…
Then, baru sy bisa happy riding sama beberapa temen deket…dari yang belajar riding deket2 spt ke kaliurang, solo,magelang…sampai berani riding ke acara motor2 tua di luar kota…semarang, Surabaya, dll…
Sampai akhirnya saya mulai comfort 'n enjoy riding alone kemana mana…
Dari riding itu sy belajar banyak hal ttg kehidupan, yang nggak bisa sy idapetin kalo sy hanya hidup dalam sekatan tembok tembok kantor…kalo sy hanya hidup dibalik layar komputer…
Sebuah “kemandirian”… Akhirnya sy menemukan sebuah kenyataan bahwa kalo mau hidup dijalanan, gak bisa selalu mengharapkan bantuan orang lain… apalagi ketika motor tua yang kita naikin trouble dijalan…
Sy mulai melihat realita dan potret kehidupan yang sebenarnya dari apa yang saya lihat di sepanjang jalan…
Mulai mengagumi keindahan dan kebesaran Negari ini dari perjalanan perjalan 2x yang saya tempuh sendiri…
Mulai belajar be-bhinekaan disetiap daerah yang dilewati, ke-bhinekaan dalam artian yang sebenarnya…
Mulai memaknai arti sebuah "brotherhood" sbg persaudaraan yg sesungguhnya…sy mulai mencari teman di kota lain sebanyak-banyaknya… yaach...minimal kalo touring ke suatu daerah, ada teman yang nunjukin toko spare parts dan nemenin bongkar rumah kopling atau gearbok, atau laker roda…
Hahahaha…
Setelah gonta ganti - tukar tambah, dari motor BMW, ganti BSA, ganti Norton…
Akhirnya setelah motor tua dijual ditambah tabungan pribadi baru beli sebuah Harley Davidson, itu dlm kondisi bekas, bukan baru… mulai start kerja keras lagi, menabung lagi, blanja parts, kemudian men-chopp, merebuilt, painting...sampe jd sebuah motor chopper yg sy impikan...
So, panjang banget perjalanannya untuk punya “sebuah motor chopper impian"..
Yaa, dengan pemberitaan yg bertubi2x…sy merasa di dzolimi oleh media…Media besar yang jargonnya mengangkat hati nurani…
Dengan “seru” nya tulisan di media…Independent bikers yang main motor coz real & main hobby…yang maen motor karena, we hv passion wit motorcycles world… Image-nya jg jadi kena imbas
Kalau sy cermati Image dan opini tulisan di media sengaja mengarahkan pembaca seolah2x all bikers adalah “Golongan/komunitas” org yg menghalalkan segala bentuk kekerasan…
Sampai detik ini sudah 3 hari terturut2x jadi head line tulisan di sebuah media yg paling gede di Indonesia… Ngalah ngalahin berita kampanye-nya capres & cawapres…?
Akhirnya sy berpikir…
Wat da tendency and conspiracy behind all this shitt?
Jangan2x memang berita arogansi moge sengaja diangkat ke permukaan oleh si media…Agar jadi public issue baru…sehingga masalah2x yg sangat krusial, yg sekarang sedang jadi sorotan public tertutup oleh issue baru ini…
Begitu kah??
Wat da fuck wit U guys?
Apa ada orang and or wartawan/wartawati di media ini yang pernah sakit hati karena pengendara moge…?
Pernah mimpi punya pacar seorang pengendara moge tapi nggak kesampaian…atau pernah “nembak” pengendara moge tapi “cinta-nya tolak”?
Ato dulu pernah diputusin cowoknya yang pengendara moge?
Ato dulu pernah sakit hati, coz dulu cewek pujaannya di gebet sama pengendara moge?
Come on…
Dan akhirnya sampeyan melihat kejadian arogansi oknum biker sebagai suatu celah emas untuk menumpahkan unek2x…dan “revenge” sakit hatinya…
Sy mikir begitu karena sy melihat sampeyan antusias bangettt nulisnya…
Tulisan artikelnya bener2x ditulis wartawan/wartawati yg emang jago…
Biasa nulis novel kali yaa… so, empaty si pembaca bener2 di kuras…
Two thumb up 4 yo…!!
But u must remember, fungsi media sebagai control social…bukan sebagai bad image creater…
Think & Act Wisdom…
Jangan berpikir ala yahudi… Wat da fuck wit other people…other community…
Ah, yang penting gue jadi wartawan /wartawati beken…
Tulisan gwe jadi omongan banyak orang…
Rating dan bayaran gwe akhirnya naik tinggi…
Almarhum papa sy pernah bilang:
Klo emang mo nangkep ikan…yaa tangkep ikannya… jangan bikin keruh seisi empangnya karena banyak binatang & makluk lain di dalam empang itu…
Tolong juga sampeyan bikin tulisan yang berimbang dong…
Tulis juga tentang AROGANSI DRIVERS !!!
Sejak sy touring pertama sampai detik ini… sudah gak keitung berapa ratus kali sy hampir celaka di”buang” ke bahu jalan karena arogansi sopir bis…sopir truk… sopir mobil mobil pribadi…sopir rombongan konvoi bermobil…
Kapan yaa media mau nulis hal ini… come on, yang fair lah… jgn hanya nulis arogansi bikers doang…
Kalo mau di omongin lebih detail lagi…dengan kejadian AROGANSI DRIVERS ini sudah berapa ratus nyawa melayang sia sia…
Coba cari data akuratnya di kepolisian…
Kalo sampeyan bisa mengangkat hal ini…menggalang public opinion & social act…
Sy yakin effort-nya lbh besar & terasa…banyak ratusan nyawa dijalanan yg akan terselamatkan…
Salam - Forever Two Wheels…
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 13.12 6 komentar
Jumat, 22 Mei 2009
GP Mono : 100 Juta untuk ke MotoGP
Menyambung tulisan soal GP Mono sebelumnya, menjelang seri II akhir bulan ini (30-31 Mei) dari lima seri yang dilombakan ( 1 Maret, 31 Mei, 28 Juli, 25 Oktober dan 22 November) di Sentul, saya banyak mendapat bocoran mengenai regulasi anyar Indonesia GP Mono Championship 2009. Pertanyaannya adalah, apakah pada seri kedua nanti, eforia balapan ini akan semeriah sebelumnya? Bisa ya, bisa juga tidak. Kenapa? Dari hasil bocoran tersebut panitia akan menerapkan beberapa aturan yang pada seri sebelumnya (1 Maret) belum diumumkan kepada para pembalap dan tim mengingat keterbatasan waktu hingga munculnya issue memenggal jadwal Kejurnas Motoprix seri III yang sedianya dilangsungkan di saaat yang bersamaan di Yogyakarta.
Oke, lupakan dulu soal itu, rasanya lebih penting membicarakan mengenai perkembangan GP Mono yang menurut sumber terpercaya adalah The Right Road to Moto GP. Ya, dengan adanya pembatasan mengenai emisi gas buang di MotoGP khususnya kelas GP 125, maka pihak FIM dan Dorna mulai ancang-ancang menggantinya dengan kelas 250 cc 4 tak, sedangkan kelas GP250 mulai tahun depan mulai melombakan kelas 600 cc yang mesinnya sudah diumumkan dipasok secara resmi oleh Honda.
Mari kita lihat dulu sekilas GP Mono, yang sebelumnya telah digelar di negeri asalnya motor rakitan Moriwaki Engineering Jepang dengan menggunakan basis mesin motocross 250 cc dan disandingkan dengan chassis buatanya. Moriwaki merancang chassis-nya dengan menggunakan twin spar aluminium satu paket dengan swing arm yang dirancang simetris serta meminimalisir getaran yang timbul dari dapur pacunya. Bodiparts yang lainnya pun didesain simple serta menggunakan system bracket untuk memudahkan merakitnya, sedangkan suspensinya dicomot dari Honda RS 125 berikut velg dan komponen roda serta remnya. Hubungan yang erat antara Moriwaki dan Honda mengantarkannya seolah menganakemaskan Honda dalam proses perakitan motor ini, padahal, semua jenis mesin motocross yang dikenal handal bisa diinstal di dalamnya. Sebagai gambaran, di seri GP Mono di Sugo tahun lalu, beberapa mesin di luar Honda justru jauh lebih kencang :
1 yz250 engine 131.760km 1,40,573
2 yz250 engine 131,753km 1.40,396
3 rm250 engine 131,521km 1,40,752
4 crf250 engine 131,473km 1,40,886
5 wr250 engine 130,620km 1,41,069
6 wr250 engine 130,638km 1,40,828
7 crf250 engine 129,280km 1,42,800
8 tm250 engine 129,271km 1,42,343
22 ktm250 engine 125,206km 1,46,020
25 kx250 engine 120,847km 1,48,301
Balapan ini kemudian diaplikasikan di Italia, Kanada, Spanyol dan Australia. Dan Indonesia menjadi Negara kelima yang mengadopsinya demi memasilitasi prestasi pembalap lokal yang ingin berkiprah ke jenjang balap dunia melalui jalan yang benar, begitu promosinya. Yang disasarnya tentu saja pembalap-pembalap muda di rentang usia 14-18 tahun seperti halnya konsep balapan di Negara lain. Sebanyak 30 unit GP Mono sudah mengisi pit di Sentul dengan target utama adalah menjual kepada tim-tim balap agar mereka terbuka pikirannya tidak sekadar balap bebek/underbone melulu. Harga yang ditawarkan pada waktu itu ada di rentang kira-kira Rp 130 jutaan. Mahal? ya. Unit motor masuk, badai krisis menghantam. Boro-boro untuk beli motor dan ikut balap GP Mono, mencari sponsor untuk tim bebeknya saja sudah sulit ATPM pun menghitung ulang komposisi balapan ego OMR-nya serta suntikan dana untuk tim-timnya.
Penyelenggata akhirnya memutar otak dengan mencari penawaran yang bisa meringankan beban para peserta yang berniat ikut. Akhirnya diputuskan dengan konsep sewa. Menyetor Rp 100 juta untuk lima seri. Akhirnya di seri perdana lalu ditemukan 15 starter meskipun pada kenyataanya pembalap uzur sekelas Petrus Tobun ikut turun gunung, demi menjaga gengsi ini tetap berlangsung dengan iming-iming live di TV dan dilangsungkan bersamaan seri Kejurnas Supersport. Banyak yang masih kagok, karena mereka hanya diijinkan turun pada sesi kualifikasi dengan system undian. Malah balapan nyaris batal karena penyelenggara dipusingkan dengan ketidaktersediaan ban jenis basah. Untunglah seri tersebut berjalan sukses! Salut! Pembalap tampil agresif dan mengetengahkan persaingan yang seru.
Untuk membuat seri kedua dan selanjutnya lebih meriah sekaligus kompetitif, penyelenggara konon akan menerapkan beberapa aturan baru, sepert dibolehkan membranding motornya dengan logo-logo sponsor di atas satu set fairing yang merupakan bonus bial telah melunasi pembayaran, kemudian no start pun bisa memakai sesuai no kebanggaan pembalapnya, satu set ban, membranding pit dengan biaya tambahan serta diadakannya kelas konstruktor yakni, kejuaraan tim yang memiliki lebih dari satu tim balap. Satu hal yang terlewatkan, bahwa rencananya penghitungan poin untuk mendapatkan juara yang nantinya akan dikirim ke kejuaraan GP Mono di All Japan Championship 2010 akan diambil tiga seri terbaik dari lima seri yang dilangsungkan. Ini untuk mengakomodasi peserta lain di luar peserta yang telah mengikuti seri perdana lalu. Oya, motor juga akan dibagikan pada hari Jumat menjelang QTT secara diundi dan tentu saja, semua settingan motor tidak boleh diubah kecuali suspensi.
Sayangnya, hingga menjelang waktunya, sosialisasi ini belum juga dilakukan, padahal mestinya dari sekarang hal tersebut dilakukan. Hal ini untuk menarik minta peserta lain meski issue one make race mesin tetap saja terdengar hingga membuat alergi ATPM lain. Harusnya, buang saja sikap itu demi kemajuan balap nasional, toh masing-masing tim tidak membawa nama bendera brand motor sebagai sponsornya.
Oya, hadiah utama selain perserinya diganjar uang total Rp 10,000,000,- (juara 1 Rp 5,000,000,-, juara dua Rp 3,000,000,- dan juara 3 Rp 2,000,000,-) juara umum seri ini plus satu unit sepeda motor, akan mengikuti kejuaraan di Jepang tahun depan dengan ganjaran bila masuk tiga besar akan dikirim lagi ke seri berikutnya. Bisakah kompetitif pembalap kita di sana?mengingat mereka hanya ikut lima seri dengan total race bila termasuk dengan Free practice dan QTT adalah 15 kali.
Mungkin semestinya untuk seluruh peserta diberikan pelatihan secara bersama di antara jeda balap untuk membuat mereka terbiasa balap dengan menjepit tanki, mengingat mayoritas pembalap kita terbiasa dengan motor bebek.
Semoga saja akan muncul pembalap kita yang nggak Cuma jago di balapan kwek kwek saja!
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 13.08 2 komentar
Emergency Response & Risk Handling

Ayo ikuti EMERGENCY RESPONSE & RISK HANDLING, Minggu 24 Mei 2009, Bukit 4x4/HAZ - Pondok Cabe, mulai Pk. 09.00. Keikutsertaan Rp. 50.000,-
Untuk yang pengen tahu kontak : Budi Respati Track (Trail Adventure Community Jakarta)
0816841365
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 12.57 0 komentar
Kamis, 21 Mei 2009
Enduro Cross Country
Tidak sekadar skill dan motor yang prima. Lebih penting, nyali tinggi dan fisik mumpuni.
Selama ini enduro rally motor paling populer di dunia baru kita saksikan di arena Dakar Rally. D Indonesia, gelaran petulangan bermotor yang cukup spektakuler pernah saya lakukan bersama rekan-rekan offroader Jakarta membelah belantara Sumatera antara Riau-Padang dalam durasi waktu yang lama serta jarak tempuh panjang, 10 hari sejauh kurang lebih 1.000 km pada tahun 2004. Kegiatan itu dalam rangkain DCI yang juga melombakan kelas mobil 4x4
Bisa mengikuti ajang tersebut tidak hanya butuh kondisi fisik yang prima serta kondisi kendaraan yang mumpuni, namun kesiapan mental yang tangguh. Memasuki rimba Sumatera yang asing merupakan salah satu handicap lain yang harus diterabas oleh kesiapan mental tinggi. Belum lagi ketika dihadapkan pada Special Competition Stage (SCS) yang merupakan arena khusus menguji skill mencari point berdasarkan catatan waktu tercepat. Malah, hampir separuh perjalanan kemarin rombongan disiram hujan lebat. Intinya, enduro ini banyak mengutamakan pada sisi endurance atau ketahanan baik itu pada kendaraan maupun fisik penunggangnya. Dan tentunya kemampuan mengatasi trouble shooting selama perjalanan, mengingat kadang-kadang rute sepeda motor melenceng dari jalur mobil. Meminta bantuan toolkits pun misalnya, tentunya akan sulit dilakukan.
Nah, belajar dari pengalaman tahun lalu mengikuti perjalanan bermotor bersama rombongan mobil 4x4 banyak hal baru yang ditemui ketika dihadapkan dengan alam dalam suatu lomba. Ambilah contoh, karena lazimnya dalam satu lomba reli, untuk melahap trek pun harus sesuai petunjuk di pace note. Ini yang bagi penunggang sepeda motor sering menjadi kendala, karena harus sering berhenti untuk sekadar melihat peta. Solusinya, perangkat GPS merupakan senajata ampuh untuk mengetahui titik koordinat rute yang telah dirancang panitia. Selain itu, penggunaan sarana komunikasi pun menjadi pendamping utama. Handy Talkie mempunyai keterbatasan jangkauan, solusinya adalah dengan pesawat telefon yang memakai basis operator satelit.
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengikuti event tersebut? Berdasarkan pengalaman tahun lalu, saya mencatat hal-hal penting yang harus menjadi bekal turun di lomba enduro cross country tersebut. Apalagi jika harus turun di Pulau Kalimantan yang konon mempunyai tantangan lebih ekstrem ketimbang di Sumatera.
1. Melatih kebugaran fisik adalah hal terpenting yang harus dilakukan sebelumnya. Memperkuat otot-otot sekitar lengan, pinggang dan punggung menjadi menu latihan utama yang difokuskan saat latihan fisik. Jogging, makanan berprotein serta mengandung vitamin selanjutnya menjadi menu pendamping.
2. Melatih skill atau fisik Anda bersama motor di sekitar kediaman atau track off-road terdekat juga akan memungkinkan kita mengenal lebih dekat karakter motor.
3. Siapkan riding equipment yang lengkap dan usahakan membawa cadangan untuk perlengkapan inti seperti helm, jaket, goggle, sepatu dan gloves. Hal ini sebagai antisipasi musim hujan yang bisa membuat perlengkapan kita basah. Ingat, di event ini kita non-stop setiap hari menggeber motor dan dengan kondisi basah akan sedikit mengganggu kenyamanan kita berkendara. Selain itu jangan lupa untuk membawa body protector, raincoat, camel back serta jersey dalam jumlah yang banyak.
4. Performa motor harus prima, karena itu jauh-jauh hari harus dibenahi di semua sektor mulai dari mesin hingga kinerja suspensi. Dan jangan lupa untuk membekali dengan tool kits atau kunci-kunci penting serta spare parts cadangan fas moving seperti busi, kabel gas dan kabel kopling, busi, oli, sambungan rantai, sprocket, kampas rem, baut, mur, ban dalam. Namun tidak ada salahnya juga membekali juga dengan semua kebutuhan motor, tapi dititipkan pada mobil storing atau service car seperti ban.Sama halnya dengan ketika Anda harus membawa tenda hingga perlengkapan camping.
5. Perlengkapan pendukung selama perjalanan juga merupakan kunci kelancaran Anda. Tas pinggang, back pack, tali jaring, tambang, kabel tis, pompa kecil. Yang penting juga bawalah obat-obatan seperti obat flu, batuk, balsam atau kotak P3K. Alangkah lebih baiknya juga bila mampu membeli GPS atau minimal pesawat HT. Bila Anda ingin mengabadikan moment indah selama perjalanan, bawa juga kamera dengan diibungkus plastik, bila spesifikasinya tergolong waterproof, akan lebih bagus lagi.
6. Sambil mengisi waktu senggang, tidak ada salahnya membaca literatur tentang adventure atau enduro untuk lebih mengenal karakteristik off-road bersama motor. Lebih baik lagi sambil dibarengi dengan menonton film-filmnya. Kemudian, Anda juga harus belajar membaca peta jalur atau pace note agar terbiasa ketika mengikuti lomba.
7. Jangan lupa juga untuk mengusir kejenuhan, Anda bisa membawa perangkat pemutar music berukuran kompak, seperti ipod atau minimal MP3.
8. Terakhir dan penting adalah izin dan doa dari keluarga, istri atau pacar Anda
Meski diperlombakan secara resmi atau pun hanya digelar sebatas eksebishi, pada parakteknya nanti, kerjasama antarpeserta sangat dibutuhkan saat satu orang mengalami kendala atau masalah. Apalagi ketika berada di medan yang jauh dari penduduk, ingat! lombanya berbeda dengan kegiatan seperti Dakar Rally yang mempertaruhkan reputasi merek atau sponsor dengan kelengkapan motor home hingga pesawat pengintai. Tapi berbeda halnya ketika harus mengikuti SCS dimana benar-benar menguji kemampuan kita masing-masing dan biasanya digelar di tempat yang mengundang banyak orang. Bila melewati areal perkampungan, berlakulah ramah dengan mengurangi kecepatan untuk menyapa mereka. Berilah salam atau lambaian tangan kepada penduduk dan hindari menginjak atau melintas kebun, ladang atau sawah mereka.
Nah, uraian di atas merupakan hasil pengalaman saya ketika mengikuti DCI tahun lalu di Sumatera dan mudah-mudahan berguna bagi para penggemar motoadventure yang akan melakukan perjalanan. Keep on rockin’!
Sekilas Tentang Enduro
Enduro di Indonesia merupakan sebuah game baru di dunia offroad yang notabene dipopulerkan oleh penggemar motoadventure. Off-road enduro secara tampilan hampir bersinggungan dengan motocross atau grass track. Bedanya, motocross dan grass track menyelesaikan suatu jumlah lap tertentu dengan waktu tercepat, sedangkan enduro lebih kepada endurance yang diukur dengan banyaknya jumlah lap yang dapat ditempuh
dalam suatu batas waktu tertentu. Perbedaannya lagi, off-road enduro tidak harus di sirkuit, tapi bisa juga cross-country. Untuk medan cross country
biasanya memang lebih pada kompetisi adu cepat mencapai finish melintasi jarak tempuh yang panjang. Sebagai variasi, di dalam lintasan bisa dibuat Special Stages (SS)
dengan jenis obstacle tertentu.
Di luar negeri, off-road enduro sering dipertandingkan di USA, Australia dan beberapa negara Eropa. Di Asia off-road enduro juga termasuk yang baru mulai dan sedang naik daun dengan pesat. Misalnya di Singapura, Malaysia dan Thailand. Mungkin Jepang juga termasuk yang negara sedang gila off-road enduro. Singapura sudah pernah beberapa kali buat kejuaraan off-road enduro.
Yang jelas, Ikatan Motor Indonesia (IMI) belum memiliki atau mengeluarkan peraturan soal off-road enduro. Di FIM sendiri off-road enduro tidak memiliki peraturan spesifik, tapi jadi satu dengan Cross Country Enduro Racing Rules. Salah satu yang tercantum, off-road enduro waktu lombanya minimum 6 hari, maximum 20 hari, dengan jarak tempuh tidak kurang dari 10.000 kilometer. Makanya di Singapura pernah ada event 6-days enduro. Secara internasional, off-road enduro versi FIM kayaknya hanya Dakkar Rally.
Kelebihan off-road enduro dibandingkan motocross atau grass track, endure praktis dapat diikuti oleh hampir semua orang yang memiliki motor dual sport atau trail, tidak melulu ber-background crosser Orang kantoran asal rajin olah raga menjaga stamina dan bermain technical, walaupun tidak rutin sudah dapat mengikuti kegiatan enduro. Off-Road enduro adalah strategy sport, bukan speed sport. Rider yang dapat menerapkan strategi yang tepat sesuai dengan staminanya memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan rider yang mengandalkan speed semata.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 16.22 1 komentar
Rabu, 11 Maret 2009
Selamat Datang GP Mono (1)

Soal sepeda motor, Indonesia adalah jagonya. Bayangkan, mungkin ada 40 juta unit sepeda motor beraneka ragam berseliweran di jalanan. Tapi bicara prestasi yang ditorehkan melalui cabang olahraga balap motor, Indonesia baru hanya belagu di kelas bebek (underbone). Memang, hal ini karena populasi motor bebek kelewat banyak dan jor-joran digelontorkan ATPM setiap tahunnya. Tahun 2004 hingga 2008, jawara Asia (FIM Asian GP) satu-satunya kompetisi balap motor berlevel internasonal, selalu direngkuh pembalap Indonesia.
Apa yang bisa dibanggakan dari kejuaraan bebek ini? tentunya hanya membuat ATPM menepuk dada saja, bahwa motor buat ke pasar di Indonesia namun bisa mengantarkan pembalap Indonesia bisa disegani, meski sekarang di bawah ancaman pembalap negeri jiran. Membuat pembalap kaya, iya. Tapi rasanya balap bebek ya itu saja, lahir dan besar di sirkuit jalanan, meski sekarang difasilitasi Indoprix, sebagai The Ultimate Race balap bebek Indonesia. Pembalap bebek seeded menjadi jumawa karena diharuskan balap di sirkuit resmi, ditayangkan live di TV serta menjadi official promotion tools bagi ATPM.Singkatnya, indoprix ditempatkan di atas segalanya di antara balap motor lainnya. Ketika negera lain (baca; thailand)sudah bisa menempatkan pembalapnya di kancah MotoGP (250 cc) dan bahkan bisa bersaing di papan tengah, Indonesia seolah bangga dengan Doni Tata yang selalu di posisi juru kunci. Bukan salah Doni, tapi ambisi yang seolah memaksakan demi gengsi, membuat Doni menanggung beban berat. Tanpa dukungan teknis dari kuda pacu, sparring partner domestik, Doni hanya dijadikan sebuah jualan keberhasilan merek sepeda motor yang bisa mengantarnya ke kancah balapan bergengsi.Kini, Doni pun dibuang ke Supersport 600 cc, dan itu pun masih sangat perjuangan meski ditempatkan di tim sohor eropa.
Jadi harus balapan seperti apa agar bisa berjenjang hingga akhirnya mendapatkan prestasi yang tidak malu-maluin. Secercah harapan muncul tatkala IMI menggulirkan GP Mono yang dicangkan tahun lalu. Unit pun dipesan, yakni motor-motor berbasis mesin motocross karya Moriwaki Jepang. Inilah balapan yang diplot sebagai cikal bakal prestasi pembalap Indonesia yang ingin berkarier lebih tinggi melalui jalan yang benar. Sayang, karena semuanya bermesin Honda, ATPM lain seolah alergi mendukungnya.
(bersambung ya..)
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 01.47 0 komentar
Chicara Art IV, Simbol Pemberontakan!

Bila sebelumnya Chicara mengolah mesin H-D dan Meguro yang notabene ber-cc bongsor (Chicara Art I-III),maka garapan paling akhir, justru melirik moped Honda 50 cc yang diubah dengan khas-nya mengikuti aliran berdesain board track. Tentu ini adalah sebuah karya yang unik meski agak sedikit membosankan dilihat dari dandanannya. Chicara mencoba melanggenggkan desain khasnya yang mengedepankan tata letak detail yang kuat untuk mempercantiknya. Mesinnya cukup mengandalkan peranti stock saja, kecuali rancangan konstruksi chassis dan aksesori lainnya, yang merupakan hasil kreatifnya untuk mencoba menciptakan nafas artistik a la japanasse style seperti biasanya.
Chicara Art IV ini seolah menggambarkan bentuk kekecewaan seorang Chicara terhadap apreasi seni modifikasi yang pernah merasakan pahitnya dibiarkan juara Asia tanpa hadiah di ajang Asian International Motorcycle Expo,dua tahun lalu. Maka, ia menumpahkan kekesalannya dengan membangun seonggok moped buatan leluhurnya dengan dandanan tak kalah mentereng dari Chicara Art-Chicara Art sebelumnya. Toh, berkarya tak melulu hanya bisa disalurkan di antara keangkuhan mesin badak, namun juga bisa dibuktikan melalui motor ibu-ibu buat ke pasar.Bukan begitu San?
GENERAL
•Year:2008
•Make:©CHICARA MOTORCYCLES
•Mode:1966 Honda Moped Motor
•Name of the bike:©CHICARA ART® IV CLASSIC
ENGINE •Year:1966 Honda Moped Motor
•horsepower:1.5ph
•Model:OHC
•Ignition:Sprokt
•Coil:Sprokt
•Displacement:Stock
•Pistons:Stock
•Lower End:Stock
•Flywheel:Stock
•Connecting Rods:Stock
•Engine cases:Stock
•Cylinders:50cc
•Heads:Stock
•Valves:Stock
•Valves Spring:Stock
•Pushrods:Stock
•Cams:Stock
•Carburator:KEIHIN
•Carb Cover:©CHICARA MOTORCYCLES
•Exhaust:©CHICARA MOTORCYCLES
TRANSMISSION
•Gear box:1966 Stock
•Gears:1 spd
•Clutch:Stock
•Sprock:Stock
FRAME
•Make:©CHICARA MOTORCYCLES/CHICARA Original 4 Unit Frame®
•Type:Original Frame
FORK •Make:©CHICARA MOTORCYCLES
•Type:CHICARA Original Rigid Fork
SUSPENSIONS
•Front Suspension:©CHICARA SUSPENSION SYSTEM® CONTROLS
•Hand Front Brake
•Hand Rear Brake:©CHICARA MOTORCYCLES
ACCESSORIES
•Gastank •Electric box •Steering Bar •Headlamp •Mirror •Brake&Clutch Levers •Chain Tensioner Kit •Center stand •Taillight kit •Licenselamp kit •Licenselamp Bracket:©CHICARA MOTORCYCLES
FRONT WHEEL •Rim:2.00"X17" •Tire:MICHELIN2.00"X17"
REAR WHEEL •Rim:2.25"X17" •Tire:MICHELIN2.25"X17"
PAINT & BUILD •Painter:JUNYA tsuguma / JUN® paint box
DESIGN & BUILD •Designer:CHICARA nagata / ©CHICARA inc.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 00.25 0 komentar
Rabu, 25 Februari 2009
Suzuki GT 750 1971

Generasi superbike pertama Suzuki. Unggul pada sistem pengereman tromol depan yang besar dan nyaman dipakai touring. Perhatikan bagian pelumasan dan kondisi bushing swing arm.
Suzuki mengawali debutnya meluncurkan model motor besar melalui GT 750 pada tahun 1971 dengan kode J. Dengan mengusung mesin tiga silinder berkapasitas 750 cc, 2-tak, model ini juga dibekali dengan sistem pendingin air, dan ini merupakan satu hal yang baru. Karena itu, di beberapa negara aplikasi perangkat ini mempunyai sebutan khusus, di Australia dinamakan ‘water bottle’, di Amerika disebut ‘water buffalo’ dan di Inggris dipanggil ‘kettles’. Sebelumnya, Suzuki telah meluncurkan motor ber-cc besar, Titan 500 cc, mengandalkan mesin 2-tak yang dirancang untuk touring.
Salah satu keunggulan GT 750 terletak pada tromol roda depan berdiameter besar, 8” dengan empat sepatu remnya. Selanjutnya, sistem tromol ini dikembangkan menjadi disc brake pada model berikutnya. Karena mengadopsi mesin ber-cc besar, tentulah frame pun harus mengakomodir kemampuannya, hal itu juga karena bodi motor akan lebih lebar akibat mesin yang menjajar tiga. Untuk itulah modelnya menggunakan double duplex cradle, selain lebih kekar dan stabil juga dirancang ringan agar memudahkan penunggangnya terutama dalam bermanuver. GT 750 mempunyai handling yang bagus untuk dipakai touring atau pemakaian harian, tapi jangan sekali-kali diajak menempuh jalan kasar bergelombang, karena akan terasa limbung.
Sebelum mencapai angka 3000 rpm, getaran mesinnya akan terasa kasar, namun getaran yang smooth akan didapatkan ketika jarum rpm berada pada kisaran 3000-5500 rpm. Output tenaganya telah disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan jauh dan lebih unggul di torsi. Konsumsi bahan bakarnya setiap satu liter bisa menempuh jarak 12 km sampai dengan 16 km, dan prediksi paling boros mencapai 9 km. Jadi dengan kapasitas tangki 20 liter sanggup menempuh jarak 240 sampai 320 km. Yang terlihat unik, knalpot yang keluar dari mesin tiga silinder ini berjumlah empat buah.
Mendukung pengendaraan lebih akomodatif, desain jok dibuat lebih besar hingga ketika membonceng pun masih tetap nyaman. Untuk pembonceng pun telah disediakan behel atau grab-rail sebagai pegangannya. Struktur panel instrument pun tergolong ergonomis pada periode tersebut karena mudah untuk memantau kecepatan, jarak tempuh, tekanan temperature, indicator bensin dan putaran rpm.
Bagi penggemar motor klasik usia 21- 28 tahun, GT 750 bisa menjadi alternatif untuk dijadikan pilihan. Sosoknya sudah mendekati style modern dengan performa yang bisa diandalkan untuk utilitas pemakaian, harian dan touring. Harganya pun tidak terlalu mahal, untuk kondisi mulus dan orisinal ditaksir mencapai 20 jutaan. Bila berniat memilikinya, jangan lupa untuk memperhatikan bagian sistem pelumasan oli samping dan saluran radiator. Sedangkan bagian bodi, pengecekan bisa dimulai dari bushing swing arm, rantai dan kondisi fork serta shockbreaker belakang. Sayang, di Indonesia, menurut Bobby, pemerhati motor klasik di Bekasi, suku cadang GT 750 sangat susah dicari ketimbang motor-motor Jepang lainnya terutama karena mesin 2-taknya.
dipublikasikan untuk MotoRiders
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 09.39 0 komentar
Rabu, 14 Januari 2009
Dictionary of Custom Bike Contest
Berikut beberapa di antara istilah yang kita dengar di acara custom bike contest. Masih banyak selain ini, tapi setidaknya mewakili beberapa pengertian mengenai istilah yang ada karena lain negara, lain organizer, akan ditemui beberapa aturan mengenai kontes adu pamer kreatifitas ini. Artikel ini juga tidak sekadar menjelaskan istilah dalam custom bike contest namun juga penjabaran dari perbedaan antara motor touring dan cruiser..
Touring Bikes
designed for long term trips, usually factory equipped with a trunk and saddlebags along with fairing and windshield's. These bike's usually are over 850 pounds without rider. Examples - HD Electra Glides, Goldwing, Venture, Voyager
Builder
Bikes that are built by hand or by small limited production manufacturer's, usually using large amounts of aftermarket parts and are very expensive. These bike's are usually trailered to prevent road rash, bike's in this class may also be under construction. Examples - Boss Hoss, Titan or any altered or hand made.
Cruiser
Bikes not quite a full touring machine, good for open road and travel may have factory saddlebag's and windshield without any fairing, usually around 500 to 700 pound's. Examples - HD Dyna, Soft Tail, Springer, V-Rod, Indian, Victory, Yamaha, VStar 1100 and Roadstar, Kawasaki, Vulcan and Drifter.
Standard
Bikes usually 800 cc or less, a lightweight cruiser type less than 550 pounds, usually not very comfortable for long trips but best suited for around town riding. Examples - HD Sportster, Yamaha VStar 650, VMax Virago, Honda Shadow, Magna, etc.
Sportbike
Bikes sometimes called crotchrockets, very fast, lightweight, designed for quick handling aggressive riding, usually has rider in a lay down over the tank position. Examples - Buell, Honda CBR1100, Yamaha YZF, CBR 600R, Ducati, Ninja, Hyabusa.
Special
Bikes converted to trikes, bikes with sidecars, antique (over 30 years), trailer made to tow behind a bike, gopeds, mopeds, scooters and illegal street bikes such as drag bikes and dirt bikes.
Show it as you rode it
Not a Rat bike class. A class open to all bikes for those riders who take great pride in their ride and in collecting smashed insects and other road debree while riding to and from events for those riders who would rather party with a cold refreshment than sweat to death cleaning but chose to wait to return to the confines of home for cleanup. Example - You rode 600 miles through morman crickets and grasshoppers to get here and as chance would have it the cleaning supplies are at home and the welcome cool one and shade means more than a wash and polish.
Custom
Bikes that are heavily accessorized with aftermarket parts and or custom paint jobs. This class is open to anyone who feels this is the class their motorcycle belongs in.
Remember this show is for fun and enjoyment of all.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 22.38 0 komentar
Selamat Mengisi 2009
Cukup lama saya tertidur dari blog ini. Lepas November, nyaris tidak menyentuh salah satu akses sosialita ini. Boro-boro buat update, lihat aja nggak pernah..maless aja bawaannya. Tapi,semoga, di tahun 2009 ini saya bisa kembali beraktifitas dengan memosting beberapa pikiran melalui tulisan saya. Seperti biasa, otomotif yang menjadi hobi saya, khususnya roda dua menjadi sajian utamanya. Tunggu bors!
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 22.28 0 komentar
Rabu, 12 November 2008
H-D Panhead 74 FL ‘Bobber’ 1952 - Lahir dari Seratus Swapmeet
Modalnya hanya frame, mesin dan front-end. Acuannya gaya bobber yang sesuai dengan detail asli masanya. Inilah gaya penggemar H-D lawas asal Jepang hasil berburu ke 100 swapmeet.
Memiliki Panhead merupakan salah satu impian para penggemar motor klasik. Nilai sejarahnya yang mengakar ke seluruh dunia membuat motor yang diproduksi rentang tahun 1948-1965 ini, menjadi buruan motorist. Seperti halnya yang dialami Hilo, punggawa Johnny’s Vintage Motorcycle Co (JVMC). di Wadsworth, Ohio, Amerika yang beruntung memilikinya. Workshop tersebut spesialis penyedia suku cadang motor klasik buatan Jepang terutama Kawasaki disamping H-D serta berkreasi dalam hal modifikasi. Sedangkan Hilo adalah warga kelahiran Yokohama Jepang yang lama bermukim di Amerika. Dia adalah mantan pembalap GP250 dan kepala mekanik JVMC serta dikenal sebagai tuner motor flat track Bultaco milik John Bova’s yang merupakan salah satu yang tercepat di sirkuit.
Meski memperolehnya secara tidak utuh dan komplet , Hilo tetap merasa bangga mampu memiliki kuda besi yang dirindukan para motorist. Ia memulainya dengan
menebus frame buatan tahun 1952, lalu mesin FL 1.200 cc serta fork springer EL tahun 1946. Untuk melengkapi kondisinya, Hilo lantas memutar otak seperti apa gaya yang akan dikedepankannya kelak. Hingga akhirnya, ia jatuh hati dengan modifikasi gaya bobber yang menurutnya bagian dari sebuah ekspresi yang bersinergi dengan lifestyle komunitas motor tua.” Saya sangat apresiasi dengan sejarah bobber serta ingin membuat tampilan yang sesuai dengan setiap detailnya,” jelas Hilo.
Untuk itulah ia langsung mengubek-ubek beberapa swap meet mencari komponen pendukungnya dengan acuan parts genuine atau New Old Stock (NOS). Tidak kurang dari 100 swapmeet ia telah datangi untuk memburu keberadaannya. Hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan lampu belakang Sparto, fender H-D bobber genuine, lampu depan Cycle Ray, jok HD kulit model solo, dan setang Flander’s race tahun 1940-an. “ Aksesori tersebut adalah sesuai dengan periode bobber yang sebenarnya,” aku pria yang juga ulung meracik mesin motor balap.
Dari hasil perburuannya itu, Hilo langsung merangkai semuanya mulai dari mesin, transmisi, rem , front end, dan hub roda dengan menggunakan parts NOS. Kesemuanya itu pun dirancang oleh Hilo dengan teknik yang mempertimbangkan tingkat reliability-nya. Artinya, tidak hanya menarik dari penampilan tapi didukung oleh unsur berkendara yang nyaman. Namun, ia pun tidak alergi dengan perangkat modern, buktinya untuk instalasi pengapian menggunakan sistem 12 volts serta di bagian transmisi memakai penggerak belt.
Untuk masalah pewarnaan, Hilo menyerahkan sepenuhnya kepada sahabat kentalnya, Dale Gronsky. Hingga akhirnya dari goresan Dale, terciptalah motif flame dengan kombinasi warna hitam dan silver pada permukaan bodinya. Selesai? belum. Hilo tidak ingin bobbernya tampil biasa, maka ia pun mengambil inisiatif dengan menambahkan single saddle bag genuine H-D. “ Saddle bag ini punya H-D model Touring, “ ucapnya.
Berapa kocek yang harus dikeluarkan Hilo? Menurut pengakuannya ia menghabiskan total biaya $ 10.000 USD.” Proyek berikutnya adalah membangun Knucklehead,” tutup Hilo.
Data & fakta
H-D Panhead 74 FL Bobber 1952
Pemilik Hilo Ito
Domisili Wadsworth, Ohio, Amerika
Perakit Johnny’s Vintage Motorcycle Co.
Mesin
Tipe /model FL/1952
Kapasitas 1200 cc
Karburator M-74B Linkert
Exhaust Owner
Pengapian Point
Transmisi
Tipe 1952 FL, 4-speed
Primary belt
Final drive Rantai
Frame, Fork dan Roda
Front end 1946 FL Springer
Frame 1952 FL
Velg depan 19” H-D
Ban depan 4.00 x 19” Cooker
Rem depan Teromol
Velg belakang 16” H-D
Ban belakang 5.00 x 16” Firestone
Rem belakang Teromol
Aksesori
Tangki bensin H-D
Tangki oli H-D
Spedometer 1957 H-D
Fender depan Bobbed H-D
Fender belakang Bobbed H-D
Lampu depan 1946 H-D
Lampu belakang Sparto
Handlebars 1940’s Flanders Race
Control H-D
Jok H-D
Painter Dale Gronsky
Powder coat Summit Powder Coaters, Barberton, Ohio
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.45 0 komentar
Kick Ass Fighter
Bagaimana jika semangat sportbike diaplikasikan ke dalam paras custom? Jadinya adalah Fat Boy 'Tabasco Woman' yang cukup dengan frame stock.
Penggemar custom di Tanah Air pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Kick Ass Choppers, workshop pembuat spesies aneh dalam urusan modifikasi motor besar. Chopper bernuansa hardcore selalu dekat dengan karya Veroland, sang buildernya. Namun kali ini ia datang mengusung sebuah desain yang banyak mengekspos sisi eksotisme, baik dari kontur bodywork, style hingga warna kemasannya. Frame rigid, fork menjulur, warna hitam dengan aksesori bernada keras kali ini ditanggalkannya. Gantinya, bodi streamline, semangat stretbike dengan menonjolkan lekuk dinamis beraroma hi-performance, disuguhkannya.
Adalah Ari, si pemilik motor tersebut yang bertandang ke workshop KAC secara tidak sengaja untuk mengantar temannya mencari aksesori H-D. Pandangan mata Ari tertuju pada Honda Shadow 600 custom berjuluk Belo Ireng hasil rekayasa Vero yang bertampang klimis. “Nah, kalau custom model gini gue suka nih, “ ujar pemilik Ducati Monster itu pada Vero. Ujung-ujungnya, terjadilah obrolan yang mengarah pada keinginan Ari memiliki motor custom. Hingga akhirnya, ia pun menebus Fat Boy '94 dan langsung dikandangkan ke garasi KAC di bilangan Mampang Prapatan.
Sebagai seorang builder, Vero tentu memiliki segudang ide sekaligus taste custom yang disinergikan dengan pemilik motor, menyangkut soal selera, hobi hingga hubungan emosi lifestyle lainnya. Nah, khusus untuk Ari, Vero sudah menggenggam konsep street bike sesuai dengan kegemarannya ngebut bersama sportbike, Ducati Monster. “ Di sini gue banyak bermain, seolah motor ini juga sosok street fighter yang bisa dipakai harian dengan tidak meninggalkan citranya sebagai motor custom, “ beber Vero yang juga sukses meracik GSX-R 1000 berlengan ayun tunggal dengan ban 280.
Untuk itu, Vero sengaja mengoptimalkan frame standar yang dipugar ulang sebagai konstruksi utama custom bertajuk Tabasco Woman. Menipu mata memang, karena sekilas tampak bukan seperti frame stock, tapi inilah kelebihan Vero yang piawai mengintalasi bentuk rangka motor. Ia hanya merakit ulang bentuk dan dimensi swing
arm serta melebarkan sudut rake dengan durasi 400 .
Desain bodi pun tidak neko-neko, permukaan lengkung yang terkesan menyatu antarbidangnya, cukup membuat harmonisasinya lebih terasa. Sesuai nama bengkel, Kick Ass Choppers, buritan semok tetap menjadi identitas utamanya, makanya dengan ban 240 saja dirasa cukup karena mengejar daily use. “ Gue memang merintis juga untuk divisi desain lain di luar chopper, seperti street fighter makanya model ini masuk kategori Kick Ass Fighter,” jelas pria sambil mempersilakan membuka website bengkelnya, www.kickass-choppers.com untuk melihat koleksi karyanya.
Apalagi yang dibawa dari nafas sportbike? Knalpot two-in-one yang berlapis cover juga mengangkat tema tersebut ke dalam detail modifikasinya. Hal tersebut dipadu dengan filter udara Forcewinder dengan breather kit yang menyiratkan sebuah dapur pacu untuk kompetisi. Oops, hampir lupa, penempatan air-scoop di depan mesin juga seringkali ditemui pada rancangan motor jalan raya yang menginspirasi Vero untuk menempatkannya. Aroma sport pun terangkum pada roda depan, dimana lingkaran velg-nya menggunakan ukuran 18 yang dibalut ban Metzeler 100/90-18. “ Profilnya sepintas mirip ring 21 khas chopper tapi dibuat sedemikian rupa dengan velg dan ban 18 bertapak lebar seperti roda sport,” imbuhnya.
Namun, Vero tidak terjebak pada spirit streetbike saja, ada aura lain yang diembuskan yakni minimalis futuristik. Lihat saja di seputar setang. Yang kentara adalah konsep internal throttle yang menghilangkan alur kabel di luar menjadikan penampilannya lebih resik juga unik. Model ini sebenarnya telah dipakai pada desain motor klasik tapi kini mulai dilirik para builder sebagai alternatif dalam customizing. Permainan cermat Vero juga diperlihatkan pada bentuk fork standar namun direkayasa pada bagian cover tube-nya, yang menjadikan suspensinya ibarat produk aftermarket. Alhasil, front-end asli Fat Boy yang gendut pun berganti wajah lebih sporty apalagi setelah dipadu triple tree dari Tolle.
Terakhir, kekuatan utamanya terletak pada guyuran Candy Apple Red yang mengilap dan mengguratkan kesan powerfull. Street fighter yang biasanya berpenampilan urakan, diredam Vero dengan feature bodi modern dan warna merah berpadu hitam. Jadilah, bodi yang seksi pun terangkat dengan baju yang berasa pedas di mata.
disarikan dari MotoRiders
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.39 0 komentar
Minggu, 26 Oktober 2008
FIM Asian GP Seri V Zhuhai Cina
Florianus Roy Runner-up, Fadli Pertahankan Posisi
Zhuhai, 26 Oktober 2008 – Pembalap Indonesia tampaknya harus semakin waspada dengan ancaman para pembalap Malaysia yang terus menunjukan prestasinya di kelas Underbone 115 cc. Ahmad Fazrul Sham, Md Iskandar Raduan, Md Edzuan Ab Gani adalah di antara tiga rider Malaysia yang mampu meredam perjuangan para pembalap Indonesia dan mendominasi jalannya lomba. Beruntung, Florianus Roy dari tim U Mild U Bikers Yamaha TDR Indoparts Yonk Jaya berhasil mencuri podium dengan berturut-turut meraih podium kedua. Di kelas ini, Ahmad Fazrul Sham berhasil meraih nilai sempurna dengan poin 50 setelah menjuarai dua race berturut-turut dan mencetak waktu tercepat 2:13,687 detik.
Roy berhasil melepas gempuran pembalap Malaysia dengan waktu 2:14,366 detik serta posisi ketiga kembali jatuh ke tangan pembalap Malaysia, Md Iskandar Raduan. “Beruntung saya bisa melepaskan diri dari kepungan pembalap Malaysia meski untuk mengejar Fazrul Sham cukup sulit karena gap yang terlalu jauh. Race kali ini sangat seru di mana banyak overtaking terjadi dan kekuatan Malaysia kini menjadi tantangan saya khususnya buat seri selanjutnya,”ujar Roy. Namun, peningkatan juga terus ditunjukan oleh Asep Kancil Maulana (U Mild U Bikers Yamaha Daytona IRC Zhipenk) yang di race pertama mampu duduk di posisi keenam dan di race kedua kalah tipis dengan pembalap Malaysia dan harus puas di posisi keempat. Sementara Sigit PD (U Mild U Bikers Yamaha TDR Indoparts Yonk Jaya) meraih poin 11 hasil dari finish di urutan kelima race pertama namun gagal melanjutkan lomba di race kedua karena ganguan teknis kendaraan.
Nasib kurang beruntung juga dialami Wahyu Widodo (Suzuki IRC U Mild AHRS) yang hanya menambah poin 7 hasil dari finish kesembilan di race pertama dan mengalami masalah pada transmisi dan mesin di race kedua. Meski demikian, Wahyu Widodo tetap berada di posisi dua klasemen dengan angka 106. Hal yang sama diperoleh Dedy Fermadi yang gagal menambah poin di seri ini karena permasalahan mesin.
Sementara di kelas Supersport 600 cc, M.Fadli (Suzuki IRC U Mild AHRS), masih harus terus beradaptasi dengan motor hasil racikan mekanik Kenz Sport Jepang, Toshio Fujisawa dan Kenzaburo Kawashima. Dengan settingan baru, Fadli menempati posisi kesembilan di race pertama dan race kedua, sekaligus mempertahankan posisinya di urutan lima besar kelas Supersport 600 cc dengan nilai 101. Kehadiran pembalap Cina, Huang Shizhao dan Huang Zhiyu makin memanaskan jalannya lomba selain duel menarik antara pembalap Jepang, Malaysia dan Thailand. Di kelas ini, Toshiyuki Hamaguchi (Jepang) menambah pundi 41 angka berkat podium pertama di race kedua dan posisi ketiga di race kedua (1:40,322 detik) . Sedangkan Decha Kraisat (Thailand) menjadi runner-up di dua race setelah menuai waktu tercepat 1:40,279 detik dan posisi ketiga Azlan Shah Kamaruzaman (Malaysia) yang finish di urutan keempat dalam dua race yang dilombakan dengan waktu 1:40,065 detik. ”Banyak sekali yang harus saya pelajari dengan kehadiran mekanik ini, tidak sekadar motor kencang namun juga berbagai aspek yang sangat menentukan performa saya di lintasan balap. Meski demikian,saya merasakan percaya diri dan beberapa peningkatan baik dari pengetahuan soal ‘settingan’ maupun beberapa trik balap dari Kenzaburo Kawashima yang juga mantan pembalap,”urai Fadli.
Mengomentari balapan ini, Brand Manager U Mild, Yasin Tofani Sadikin mengatakan cukup puas dengan hasil yang diperoleh Florianus Roy di mana berhasil meraih posisi runner-up di kelas yang menjadi langganan juara bagi pembalap Indonesia.”Florianus Roy telah ikut menyelamatkan Indonesia dari serbuan pembalap Malaysia di kelas Underbone 115 cc. Hasil ini tentunya akan menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kami untuk menyambut seri terakhir Desember nanti di sirkuit Zhuhai,” sebut Tofani. Sedangkan mengenai M.Fadli di kelas Supersport 600 cc, Tofani menambahkan bahwa kehadiran mekanik dari Jepang diharapkan dapat menjadi sesuatu yang memberikan pelajaran dan memacu tim untuk lebih maju khususnya dalam penanganan teknis di kelas supersport 600 CC ”Apapun hasil yang diperoleh Fadli hari ini akan menjadi catatan dan evaluasi mekanik Jepang untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya di seri depan nanti yang juga akan digelar di Zhuhai, China,” sebut Tofani.
Klasemen sementara FIM Asian GP
Kelas Supersport 600 cc
1. Toshiyuki Hamaguchi (Babie’s Sport Racing Jepang) 141
2. Ahmad Fuad Baharudin (Petronas Sprinta Yamaha Malaysia) 137
3. Azlan Syah Kamaruzaman ((Petronas Sprinta Yamaha Malaysia) 117
4. Md Zamri Baba (Petronas Sprinta Yamaha Malaysia) 108
5. M.Fadli (Suzuki IRC U Mild AHRS) 101
6. Ahmad Jayadi (Suzuki Denso Risar) 96
Kelas Underbone 155 cc
1. Owie Nurhuda (Suzuki Top-1 SHC Indoparts FDR Chia Felix) 165
2. Wahyu Widodo (Suzuki IRC U Mild AHRS) 106
3. Md. Iskandar Raduan (Petronas Sprinta Raceline Racing Malaysia) 102
4. Md. Ezwan Ab Gani (Motul YY Pang Malaysia) 100
5. Ahmad Fazrul Sham (Shell Advance Maju Motor Racing) 82
6. Florianus Roy (U Mild U Bikers Yamaha TDR Indoparts Yonk Jaya) 79
-Selesai-
PROFIL MEKANIK
Mr. Toshio Fujisawa (mechanic)
Birthday 13 may 1968 40years old
1992 Join Yoshimura Racing
1997 Join racing mechanic of Suzuki Company, Developing MotoGP Engine
2005 Join KENZ SPORT
Mr. Kenzaburo Kawashima (owner of Kenz racing team)
Birthday 02 Dec 1953 54years old
1982 Open the motorcycle racing workshop
Start joint the race as a rider
1986 All Japan Championnship TTF-1 best privates rider
Rider Kenzaburo Kawashima
1999 Established racing team joint a JSB and suzuka 8 hours
2001 Won the championship of Japan X-Formula GSX R 1000
Rider Keiichi Kitagawa and Toshiyuki Aragaki
2002 Suzuki factory team and joint All Japan Championship use GSX R 1000 Prototype
Rider Keiichi Kitagawa and Noriyasu Numata
2003 Won the championship of Super Bike GSX R 1000
Rider Keiichi Kitagawa and Katsuaki Fujiwara
2004 Japan Championship use GSX R 1000
Rider Keiichi Kitagawa and Katsuaki Fujiwara
2005 Japan Championship use GSX R 1000
Rider Kei Nashimoto
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 23.59 0 komentar
Kamis, 16 Oktober 2008
Tumpah Ruah dengan Ekspresi dan Prestasi





Tidak salah bila U Mild U Bikers Safety Race to Asia 2008 putaran keenam yang dilangsungkan di PRJ Kemayoran Sabtu-Minggu (11-12/10) lalu menjadi ajang ekspresi tertinggi komunitas bikers Indonesia. Mengapa? Karena dari sisi kualitas, penyelenggaraan acara ini mampu memikat para bikers untuk unjuk kebolehan sekaligus mengadu mengadu kemampuan di cabang yang dilombakan seperti kontes modifikasi dan kompetisi freestyle sekaligus menjadi ajang pembelajaran mengenai teknik berkendara dan penanganan kecelakaan melalui U Bikers First Aid Training bersama unit Ambulance Gawat Darurat 118.
Dan di luar itu, antusias juga muncul dari cabang olahraga road race dan drag bike malam yang sepertinya sudah ditunggu para pembalap selepas libur puasa dan lebaran serta hiburan live music di panggung yang ditutup dengan aksi duet maut jawara stunt rider Eropa, Johnnie Do dan Stephanie. Tak kurang dari 25.000 pengunjung berduyun-duyun menyaksikan gelaran yang mengusung tema Get MORE, Learn MORE and MORE Fun tersebut.
Di arena kontes modifikasi sebanyak 72 kontestan saling mengadu kreatifitas melalui karya-karyanya yang unik dengan beberapa ubahan yang tetap mengedepankan unsur safety. Berbagai aliran modifikasi dengan basis motor baru hingga keluaran tahun lawas menjadi pemandangan tersendiri merebut perhatian pengunjung mulai gaya street fighter, hot-rod, low rider, retro dan sebagainya. Hal ini masih ditambah dengan sentuhan seni seperti ornament airbrush, permainan grafis sticker serta aplikasi teknologi pada beberapa komponennya. Mereka tampaknya sangat serius menghadapai gelaran ini dengan mempersiapkan kendaraannya secara khusus demi merebut gelar Best of The best dengan imbalan menggiurkan salah satunya berangkat menuju Thailand untuk melakukan studi banding dengan modifikator Gajah Putih yang disediakan oleh U Mild U Bikers.” Kami cukup sulit untuk menentukan juaranya karena melihat karya-karya mereka hampir semuanya memenuhi criteria yang disyaratkan di antaranya layak digunakan, state of the art (modis), ide dan inovasi, logic serta tentunya memiliki desain berdasarkan nilai seni dan tingkat kesulitannya. Hal ini tidak terlepas dari sosialisasi yang telah dilakukan U Mild U Bikers sebelumnya yakni berupa gathering antarmodifikator yang diselenggarakan di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta, ujar Gustin, salah satu juri yang juga seorang modifikator ulung dari rumah modifikasi Goesventien Cycles. Dari hasil penilaian juri, gelar Best of The Best akhirnya jatuh ke tangan Sonny Jaya dengan motor Honda Vario.
Duel tidak kalah seru pun terjadi di arean freestyle competition, di mana para freestyler local saling beradu akrobatik di atas sepeda motornya yang dibagi dalam dua kelasi yakni single dan beregu serta dibedakan melalui tipe motor yakni matic, bebek dan sport. Sebanyak 72 freestyler dari berbagai kota di tanah air seperti Lampung, Makassar, Solo dan Yogyakarta berlomba-lomba mempertontokan keterampilannya dengan berdasarkan penilaian basic skill berupa stopie, wheelie dan burnout, serta special skill antara lain long stopie dan rotary ditambah harmonisasi, improvisasi, tingkat kesulitan, entertainment serta koreografi untuk kelas beregu. Aksi mereka tidak kalah ekstrem dengan apa yang dipertontonkan freestyler luar negeri hanya berbeda medianya yakni sepeda motor. ”Regulasi yang kita ambil dari Europan Stunt Riding Championship yang kita modifikasi sesuai dengan kondisi di tanah air sepertinya mulai diterima para freestyler lokal hingga mereka memiliki sebuah pegangan dalam berkompetisi. Untuk itu kami tengah memikirkan ke depan hadiah bagi mereka selain berupa uang yakni semacam penjenjangan, misalnya ikut kejuaraan internasional atau sekadar menonton kompetisinya yang bergengsi, “ ujar Yasin Tofani Sadikin, Brand Manager U Mild mengomentari dunia freestyle Indonesia.
Sementara itu, komitmen U Mild U Bikers untuk terus mengampanyekan gerakan safety riding ditunjukan dengan menyelenggarakan safety riding course yang diikuti oleh perwakilan 50 klub bikers di Jakarta dan sekitarnya dengan menghadirkan instruktur bersertifikat internasional, Joel D.Mastana didukung oleh Ditlantas Mabes Polri.Selain itu, sebagai tindak lanjut dari kursus berkendara aman ini, U Mild U Bikers juga menggandeng AGD 118 untuk menggelar U Bikers First Aid Training meliputi materi Basic Life Support for bikers, Call for Help, CPR atau bantuan hidup dasar, menghentikan pendarahan, Balut Bidai, dan Transportasi yakni bagaimana cara melepas helm. “Banyak kejadian kecelakaan yang berkibat fatal di jalan khususnya di kalangan bikers yang tujuan awalnya ingin menolong tapi salah menanganinya misalnya cara melepas helm. U Bikers First Aid Training ini kita adakan tahun ini sebagai kelanjutan dari safety riding course yakni bagaimana cara menangani korban secara dini bila terjadi kecelakaan, sedangkan kursus berkendara aman adalah cara pencegahan kecelakaan,”tambah Tofani.
Tentu saja yang menarik perhatian pengunjung adalah ketika Johnnie Do dan Stephanie, pasangan yang berprofesi sebagai stunt rider di Belanda sekaligus peringkat empat di Europan Stunt Riding Championship 2007 dan peringkat tujuh sementara World Stunt Riding Championship tahun ini, menunjukan aksi-aksi dahsyatnya dengan bertandem menggunakan Honda CBR 600 RR. Berbagai gaya yang ditunjukan Johnnie Do mampu mengundang decak kagum penonton Kemayoran, tidak kalah seru tentunya Stephanie yang kali ini tampil impresif dengan wheelie di atas Yamaha Scorpio. “Saya terkesan dengan penampilan di Jakarta kali ini, meski udara sangat panas tapi saya puas menghibur penonton ditambah kondisi motor pun sangat mendukung atraksi kami,Semoga seri nanti di Samarinda kami bisa melakukannya lebih gila lagi sebagai penampilan terakhir kami bersama U Mild U Bikers tahun ini,” jelas keduanya.
Sedangkan di arena hiburan, para pengunjung juga dimanjakan dengan bermacam games dan bazzar untuk mengakomodasi kebutuhan para bikers, seperti aksesori sepeda motor hingga suku cadang dan display motor baru. Stand U Mild juga menyediakan perangkat teknologi canggih bagi yang ingin mendownload wallpaper atau ring tone menarik dengan aplikasi Bluetooth sekaligus pendaftaran bagi komunitas klub bikers yang ingin berkomunikasi dengan sesame bikers lainnya di dunia maya melalui website www.umild.com. Terakhir, aksi panggung Steven & The Coconut Treez turut menggoyang dengan suguhan irama reggae yang dimainkannya.
Read More...
Diposting oleh Arif Syahbani di 21.23 0 komentar



